Hanya karena rumahnya sering dikotori, Hj Tako (50), tega mengurung ibu kandungnya, Hj Minah di sebuah pondok berukuran 2×2 meter. Informasinya, tindakan itu sudah dilakukan Tako dan suaminya, H Arifin (55), lebih dari satu bulan. Minah yang diperkirakan berusia hampir 100 tahun itu, dikurung di pondok kayu beratap daun di belakang rumah anaknya.

Peristiwa memilukan itu baru terungkap kemarin (16/6). Jajaran Polres Muarojambi yang mendapat kabar dari masyarakat, langsung turun ke lokasi di RT 24 Talang Belido, Desa Kebun IX, Kecamatan Sungai Gelam. Informasi yang diterima ternyata benar. Polisi mendapati tubuh lemah Minah terkurung dalam sebuah pondok kayu berukuran.

Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi kemudian memindahkan korban ke rumah Tako. Sementara pasangan Tako dan Arifin diangkut ke Polres Muarojambi untuk proses pemeriksaan. Ditemui di Polres Muarojambi, pasangan Tako dan Arifin membantah memperlakukan ibunya secara tidak manusiawi. Mereka beralasan, tindakan itu dilakukan hanya untuk mencegah agar rumah tidak dikotori ibunya.

“Ibu saya itu sudah pikun. Jadi dia buang air besar sembarangan. Supaya rumah tidak bau, makanya kami buatkan pondok supaya rumah kami tidak kotor,” kata Arifin. Menurut dia, tindakan itu tidak ada salahnya. “Kenapa salah. Kami tetap memberi makan dan membersihkan tempat tidurnya. Dua kali sehari ibu kami mandikan dan diberi makan,” kata Tako membela suaminya.

Keduanya juga membantah kalau Minah telah dikurung selama sebulan. Menurut mereka, Minah baru ditempatkan di pondok selama sepuluh hari. “Pondoknya saja masih baru kami buat,” kata Arifin. Kapolres Muarojambi AKBP Hudit Wahyudi, melalui Kasat Reskrim AKP Herman, mengatakan tetap akan memproses kasus ini. Sebab, perlakuan yang dilakukan Arifin dan Tako tidak dibenarkan UU.

“Kasus ini termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Jadi harus kita proses,” kata Herman di ruang kerjanya, kemarin. Menurut Herman, kedua pelaku bisa dijerat dengan pasal 45 UU NO 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 9 juta.

“Tindakan keduanya telah merusak psikis korban. Makanya mereka akan kita jerat dengan pasal 45,” katanya. Lantas, bagaimana penanganan terhadap Minah? Menurut Herman, untuk sementara korban akan dirawat oleh anak dan menantunya itu. Apalagi, kedua pelaku menyatakan bersedia merawat Minah

gak layak banget sebagai tempat tinggal…
Sang ibu yang lumpuh sedang makan di kandang ayam…
Potret sang ibu
gambar anak ibu tersebut
Potret rumah anak ibu tersebut,…
moga Tuhan ampunin dosa dosanya si anak. semoga tuh anak segera bertobat. surga ada di telapak kaki ibu….